Mau Bangun Rumah ?
Renovasi Rumah ?

Disini Tempatnya !


Desain Arsitek Rumah Tinggal Minimalis Jakarta
Wujudkan Rumah Impian Anda

Bersama Kami

Cepat, Berkualitas, Harga Ekonomis

Team bangun-renovasi-rumah
Jasa Bangun dan Renovasi Rumah | Jasa Online Sejak Tahun 1998

Tel. 021-73888872

Adalah perusahaan yang melayani jasa lengkap kontruksi yang dikhususkan bagi personal maupun corporate yang sedang merencanakan project dan menginginkan ketepatan waktu, desain yang kreatif dan hasil pekerjaan yang berkualitas tinggi dengan biaya bersaing.

desain interior, gambar rumah, jasa renovasi,kontraktor proyek,rumah minimalis


Layanan lengkap mulai dari nol hingga serah terima kunci yamg didukung oleh tenaga - tenaga arsitek, sipil dan tukang bangunan berpengalaman, telah puluhan tahun bekerja dan berkarya di bidang rancang bangun.

Memberikan solusi kepada Anda bukan hanya disain jasa arsitektur,bongkar rumah,desain rumah atau sketsa dan pelaksanaan proyek, tetapi juga kami memiliki solusi biaya yang dapat di hemat, dengan sistem pelaksanaan bangunan yang fleksibel sesuai budget keuangan dan kebutuhan Anda.


Tampilkan postingan dengan label Desain Rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desain Rumah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Januari 2008

Kemana Rumah Harus menghadap?

Kemana Rumah Harus menghadap?
Mengakali Rumah Hadap Barat

Desain Rumah Gallery

Bicara tentang rumah ideal, para pakar arsitektur kerap menyebut arah selatan sebagai orientasi rumah paling oke. Persoalannya, kondisi yang mendekati sempurna itu biasanya sukar untuk dicapai. Terlebih, di area padat seperti perkotaan dan pinggirannya, di mana peluang untuk mendapatkan lokasi yang oke itu harus dibayar mahal. Hunian yang menghadap selatan menjadi favorit karena beberapa hal mendasar, utamanya pencahayaan yang teduh serta aliran angin yang memadai. Bagaimana jika rumah Anda 'terpaksa' menghadap ke arah lain?

Pengalaman Catur Wicaksono menggambarkan suka duka tinggal di rumah yang menghadap ke arah barat. Sejak mentari mencapai puncaknya, segenap penghuni rumah pegawai BUMN itu kipas-kipas kegerahan. Kondisi itu berlanjut hingga sang surya terbenam. ''Coba saja bayangkan berapa jam kami 'bersauna' tiap harinya,'' ayah tiga anak ini berseloroh satir. Adakah jalan keluar bebas gerah bagi Catur dan keluarga lain yang tempat bernaungnya menghadap ke barat? Ternyata, banyak hal yang bisa dilakukan, baik saat proses desain ataupun ketika rumah sudah telanjur berdiri. Nah, saran dari arsitek, Denny Setiawan, berikut ini patut Anda pertimbangkan.

Kisi-kisi
Siang hari, pada pukul 14.00 hingga 16.30 WIB, cahaya matahari akan langsung masuk ke dalam rumah dan kondisi taman depan rumah akan sangat panas. Kalau sudah begitu, mereka yang tak tahan panas bisa tak betah berlama-lama di dalam rumah. ''Sebagai solusi, pasang kisi-kisi kayu atau besi sebagai sun-shading,'' kata Denny. Kisi-kisi bertindak sebagai secondary skin bagi rumah. Ia akan menghalangi panas matahari menerobos ke ruang privat Anda. Dari segi estetika, keberadaan kisi-kisi ini bagus juga. ''Bahan kayu dan besi yang berkualitas biasanya tahan lebih dari 10 tahun,'' tutur Denny yang berkomitmen menjalankan studio berbasis arsitektur hijau.

Plafon tinggi
Plafon yang tinggi mendatangkan kesan lapang pada rumah. Selain itu, udara di dalam ruang juga akan menjadi lebih dingin dengan adanya plafon yang tinggi. Mengapa bisa begitu? Ya, sebab hawa panas selalu naik ke atas. ''Ketika tempat berkumpulnya hawa panas jauh dari permukaan lantai, otomatis hawa panas tidak mengganggu aktivitas penghuni rumah,'' jelas pendiri Studio Denny Setiawan ini. Meski demikian, bukan berarti Anda disarankan untuk membangun plafon setinggi mungkin. Anda cuma perlu membangunnya dengan ketinggian proporsional.

Sirkulasi silang
Plafon tinggi saja belum cukup untuk membuat rumah yang menghadap barat lebih adem untuk dihuni. Anda masih perlu mempersiapkan sirkulasi silang. Artinya, harus ada bukaan di dua dinding yang berbeda. Dengan begitu, pertukaran udara lebih lancar. ''Tanpa adanya cross ventilation, plafon tinggi tak ada gunanya,'' ungkap pria yang lahir di Jakarta, 31 Desember ini. Intinya, tiap ruang harus bersentuhan langsung dengan udara luar. Tiap ruang mesti punya jendela. ''Sayangnya, banyak rumah yang kini dibangun penuh, tak menyisakan taman belakang. Itulah yang membuat rumah makin gerah,'' komentar Denny yang karyanya terpilih untuk dimuat dalam buku 125 Desain Fasade yang diterbitkan Imelda Akmal Architecture Writer.

Vegetasi
Lingkungan yang terjaga keasriannya berperan besar dalam menentukan suhu di luar dan dalam ruang. Jadi, jangan remehkan fungsi vegetasi di halaman rumah. Bagaimana jika halaman depan tidak cukup luas untuk menanam pohon-pohon rindang?
Pohon tak cuma bisa ditanam secara horisontal. Cobalah untuk merambatkannya ke atas. ''Dengan memanfaatkan vegetasi sebagai dinding, penghuni rumah akan mendapatkan pasokan oksigen plus peredam panas yang baik,'' papar Denny.

Coba saja tambahkan tanaman rambat sebagai tirai di muka rumah dan rasakan perbedaan suhu sesudah pemasangannya. Niscaya, yang hijau-hijau ini akan meredam panas mentari. ''Itu bisa diredam dengan adanya kisi-kisi yang ditanami pohon,'' urai Denny. Tak pernah ada kata terlambat untuk melakukan perbaikan. Dengan dana yang tak pula berlebihan, Anda dapat mewujudkan taman vertikal yang memanjakan mata serta menyejukkan atmosfer sekitar rumah. Cantik dan fungsional, bukan?

Penyejuk udara
Menggunakan mesin penyejuk udara (AC) memang solusi singkat yang dipilih banyak orang. Tetapi, pilihan itu mendatangkan masalah baru. Siap-siap bengkak tagihan listrik Anda. Di samping itu, adanya kompresor AC di luar ruang akan membuat udara sekeliling menjadi lebih panas. Tinggal di iklim tropis, hunian tak semestinya dibangun dengan mengandalkan AC sebagai pengusir hawa panas. Masih banyak cara lain yang bisa ditempuh dan tidak berdampak buruk bagi dompet Anda, juga lingkungan hidup. ''Ayo, peduli sesama. Sayangi anak cucu dengan mengemat energi,'' ajak Denny.

Tata ruang
Ingin nyaman seharian di rumah yang menghadap ke peraduan sang surya? Cermati tepat tidaknya pembagian ruang di hunian Anda. Usahakan agar ruang utama alias ruang yang dijadikan tempat beraktivitas, tidak diposisikan di area yang lama terkena panas. Dengan begitu, Anda tak akan terlalu merasa gerah saat menjalani hari di ruang keluarga atau kamar tidur. Nah, sebagai gantinya, posisikan area servis di bagian depan. Panas yang menyengat dapat dimanfaatkan untuk mengeringkan pakaian atau menerangi dapur serta area mencuci. Agar tampak depan rumah tidak terlihat berantakan, diperlukan kamuflase. ''Kasih saja taman vertikal,'' cetus Denny, alumnus Universitas Bina Nusantara.

Bukaan serong
Hunian yang homy hendaknya diwujudkan sejak tahap desain. Untuk itu, pastikan Anda meminimalkan jendela yang menghadap barat. Ubahlah orientasi jendela ke utara atau selatan. Bukaan yang menyerong 30 derajat hingga 45 derajat dapat menghasilkan rumah yang lebih teduh. Dengan begitu, panas matahari tidak secara langsung menyeruak ke ruang-ruang pribadi Anda. ''Prinsipnya, cahaya matahari memang diperlukan, tetapi panasnya harus kita buang,'' tandas Denny. Trik yang simpel, bukan? rei

Desain Rumah



Jasa Online Desain dan Pemborong Rumah 021-73888872

Desain Rumah Minimalis Design Interior Eksterior Jasa Renovasi Bangunan Arsitektur Moderen Gambar 3D Animasi

Jasa Desain Rumah

Senin, 31 Desember 2007

Design Arsitek | Design Arsitek Jakarta | Design Minimalis

Arsitek | Design Arsitek Jakarta | Design Minimalis

Aneka Persiapan Sebelum Membangun Rumah

Dana adalah hal penting yang perlu Anda pertimbangkan. Begitupun dengan desain arsitektur. Persiapan lainnya?

Anda berencana membangun rumah dalam waktu dekat? Tak sedikit orang yang tiba-tiba saja merasa 'pusing tujuh keliling' ketika hendak membangun rumah. Rasanya, begitu banyak hal yang bertumpuk memenuhi isi kepala. Dari soal dana, desain arsitektur bangunan, tukang, harga bahan-bahan bangunan yang meroket, sampai soal-soal kecil seperti memilih motif keramik lantai.

Agar tak sampai senewen seperti itu, maka Anda perlu melakukan persiapan matang. Hal utama yang perlu Anda siapkan adalah dana. Besaran dana yang Anda miliki akan sangat menentukan segala-galanya. Mulai dari desain, bahan bangunan yang digunakan, sampai pernak-perniknya. Masalah dana menjadi makin penting karena saat ini harga berbagai jenis bahan bangunan terus merangkak naik. Kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) memang telah membuat harga semen, pasir, kayu, dan bahan bangunan lainnya melonjak tajam. ''Yang paling terasa kenaikannya adalah kayu, semen, dan pasir,'' ujar Suparman, seorang pegawai swasta di Jakarta, yang berencana membangun rumahnya dalam waktu dekat.

Meroketnya harga bahan-bahan bangunan, membuat orang yang akan membangun rumah, mesti pintar-pintar merancang strategi. Bila dana yang ada tak cukup untuk membeli bahan kelas satu, biasanya orang akan memilih material berkualitas nomor dua. Menurut Otto Satyawan BID MBA, arsitek dari Studio Multi Gaya Andjani, hal itu memang sah-sah saja dilakukan. Hanya saja, bila kualitas material diturunkan, maka ketahanan dari rumah yang dibangun tentu tak akan bertahan lama. ''Kalau memilih material kelas dua atau kelas tiga, setahun mungkin sudah rusak,'' papar alumnus Akademi Teknik Desain Interior ini. Lalu, haruskah memperkecil luasan rumah, bila dana yang ada terbatas? Otto menyarankan, luasan rumah sebaiknya tak boleh dikurangi. ''Rumah tinggal itu untuk seumur hidup, jadi jangan dikecil-kecilin.''

Strategi yang paling jitu untuk mengatasi masalah itu, kata dia, adalah membangun rumah secara bertahap. Otto mencontohkan, bila rumah yang akan dibangun luasannya mencapai 200 meter, maka pada tahap pertama luasan rumah yang dibangun sekitar 150 meter. Dengan begitu, kualitas material yang digunakan bisa tetap sesuai dengan keinginan.

Desain arsitektur


Selain soal dana, hal lain yang sangat penting untuk dipertimbangkan adalah menentukan desain arsitektur. Menurut Otto, bila tak mampu menggambar rumah, maka sebaiknya desain rumah diserahkan kepada ahlinya, yaitu arsitek. ''Memang, harus ada dana yang dikeluarkan untuk ini,'' ungkapnya. Soal biaya, tentu akan sangat tergantung pada Anda untuk memilihnya. Hanya saja, lanjut Otto, ada beberapa hal perlu diperhatikan saat memilih ahli desain arsitektur ini. Kata dia, usahakan untuk tak memilih desainer yang egois. ''Desain rumah harus sesuai dengan selera konsumen. Sebab rumah yang akan dibangun akan ditempati konsumen,'' paparnya. Meski begitu, si pemilik juga perlu bekerja sama dengan desainer. Sehingga, bisa tercipta desain yang matang dan sesuai dengan keinginan si pemilik.

Keuntungan lain yang bisa diperoleh dengan menggunakan jasa desainer adalah Anda dapat merencanakan pembangunan rumah sesuai dengan kemampuan atau bahkan dapat dibangun bertahap sesuai dana. Bila dikerjakan oleh ahlinya, tentu saja bangunan rumah pun akan disesuaikan dengan kontur dan letak tanah. Selain itu, Anda pun bisa memiliki rumah yang sesuai dengan kebutuhan.

Setelah memiliki desain, perlukah menggunakan jasa kontraktor? Menurut Otto, bila Anda memiliki waktu yang panjang, maka mengerjakan sendiri akan lebih menguntungkan. Selain itu, mengerjakan sendiri pembangunan rumah juga bisa menghemat biaya. Bila pilihan itu yang Anda putuskan, maka yang diperlukan adalah para pekerja bangunan. Otto menyarankan agar selektif dalam memilih pekerja bagunan. Sebaiknya, Anda memilih pekerja yang memiliki kemampuan, mampu bekerja dengan rapi, dan tidak curang. Sebab, ada pula tukang yang nakal mencuri-curi bahan. Untuk mendapatkan tenaga bangunan yang baik, mungkin ada baiknya Anda tanya tetangga, teman atau saudara yang telah membangun rumah.

Jasa kontraktor, tutur Otto, sangat efektif digunakan bila Anda tak memiliki banyak waktu. Atau bila rumah yang akan dibangun harus selesai tepat waktu. Tentu Anda pun harus memilih jasa kontraktor yang sudah terpercaya. Ada beberap hal yang harus Anda sepakati dengan jasa kontraktor yang telah dipilih. Misalnya, soal spesifikasi bahan yang akan digunakan, sistem pembayaran, sistem kerja, harga kontrak, hingga soal fee. Bila semua telah dibicarakan secara jelas, maka tak ada keluhan di kemudian hari. Dengan persiapan yang matang, rumah yang dibangun pun akan sesuai dengan impian Anda. Selamat membangun.

Design Arsitek | Design Arsitek Jakarta | Design Minimalis




Jasa Desain Rumah